Home » » Wabup Irwan Tantang Para Insinyur Ikut Andil dalam pembangunan.

Wabup Irwan Tantang Para Insinyur Ikut Andil dalam pembangunan.

Written By kabarsulawesi on Minggu, 06 Maret 2016 | 08.42.00

SUARA WASPAN - Malili : Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menantang para insinyur yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kabupaten Luwu Timur agar berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurut Irwan masih banyak kelemahan pemerintah yang perlu dibenahi terutama dalam pembangunan proyek fisik.

"Masih banyak permasalahan dalam proyek fisik yang saya temukan dalam beberapa kunjungan kerja. Ada yang tidak selesai, ada juga yang tidak sesuai bestek, hingga keterlambatan pengerjaan proyek" jelas Irwan saat membuka Program Pelatihan Profesi Insinyur (P3I) dan sertifikasi insiyur profesional di aula Kampus Akademi Teknik Sorowako (ATS), Sabtu (05/03/2016).

Menurut Irwan berbagai permasalahan ini tentu saja menjadi fokus pihaknya untuk membenahi itu. Salah satunya, akan menggandeng PII kedepannya sebagai mitra kerja pemerintah daerah baik itu berupa pendampingan hingga menjadi tim pengawas independen.

"Saya yakin bila SKPD dan PII bisa bekerjasama, pengawasan akan semakin baik bila ditangani langsung tenaga profesional" tandasnya.

Sesuai dengan program kerja saat sosialisasi dulu, Irwan mengatakan akan membuka kran bagi para investor untuk berinvestasi di daerah. Caranya, tentu saja dengan mempermudah perizinan agar para investor nyaman berinvestasi. "mungkin saja dari PII ini ada yang punya relasi dengan para investor, pemerintah daerah siap membuka kesempatan berinvestasi" tambahnya.

Perwakilan PII Pusat, Ir. Rudy Purwondho, M.Sc., MBA, IPM sebelumnya mengatakan implementasi UU Keinsinyuran yang diundang-undangkan sejak tahun 2014 mengamanatkan pentingnya insinyur sebagai pengawal keteknikan haruslah kokoh, apalagi yang membanggakan dari Luwu Timur ini adalah Bupati dan Wakil Bupati adalah sama-sama dari background “insinyur”.  Lanjutnya, PII Luwu Timur dari sisi sumber daya manusia baik kualitas dan kuantitas cukup mumpuni karena banyaknya kalangan insinyur untuk memenuhi kebutuhan industri dan pertambangan. Dan kehadiran PII Cabang Luwu Timur cukup diperhitungkan di pusat. 

Ketua PII Cabang Luwu Timur, Ir. H. Irwan Usman, MM menambahkan bahwa dibandingkan organisasi keprofesian lain, PII sebagai organisasi profesi insinyur sudah sangat jelas disebutkan beberapa kali sebagai organisasi yang diakui pemerintah dalam UU No. 11 Tahun 2014 untuk menjalankan program-program keinsinyuran dan sertifikasi. Acara Program Pelatihan Profesi Insinyur (PPPI) dan Workshop Sertifikasi Insinyur Profesional yang dilakukan pada Sabtu-Minggu, 05-06 Maret 2016 di ATS dengan peserta 39 orang adalah keberlangsungan dalam memanfaatkan waktu tersisa sebelum program pendidikan keinsinyuran akan diserahterimakan ke lembaga perguruan tinggi untuk menyelesaikan 16 SKS perkuliahan. 

Sebelumnya, pada 27-28 November 2015 dimana PT Vale Indonesia Tbk menyambut baik implementasi UU No. 11 tahun 2014 dengan berhasil mencetak rekor sebagai perusahaan tambang yang berhasil mensertifikasi para engineer-nya sebanyak 129 orang, dan dilanjutkan pada 28-29 November 2015 dengan mensertifikasi 39 insinyur. Harapannya, sebagaiman organisasi profesional lain seperti IDI, PII pun bisa menjadi organisasi vital dan layak diandalkan untuk menjadi mitra pemerintah di bidang keteknikan. 

Di lain kesempatan, Sekretaris PII Cabang Luwu Timur, Ir. Baso Murdin, IPP juga menambahkan bahwa prestasi PII Luwu Timur pun sangat membanggakan karena, selain memiliki 1 insinyur profesional yang telah tersertifikasi beberapa waktu sebelumnya yaitu Ir. Eri Yulius Elvys, M.Eng, IPM dari ATS, juga pada 04 Maret 2016 sebanyak 21 orang Insinyur Profesional juga telah mengikuti sertifikasi untuk mendapatkan predikat Insinyur Profesional Madya (IPM) yang terdiri dari 10 orang dari Badan Kejuruan (BK) Elektro dan 11 orang dari BK Mesin. 

Predikat ini, menurut Baso menjadi babak baru baik bagi para insinyur dan bagi PII Cabang Luwu Timur dan juga Kabupaten Luwu Timur dengan kehadiran para insinyur profesional yang tersertifikasi dan sudah memenuhi aturan hukum perundang-undangan di Indonesia. "Ini akan menjadi salah satu benteng kita untuk menghadapi persaingan dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dengan hadirnya insinyur “impor” dari luar. Maju terus Insinyur Indonesia membangun bangsa dan negara" ungkapnya.

Dalam acara itu juga, Wakil Bupati Luwu Timur menerima penganugerahan tanda keanggotaan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sebagai Insinyur profesional yang diserahkan oleh Bapak Ir. Ngadiyanto, SE, IPM selaku wakil Direktur Eksekutif PII Pusat didampingi oleh Bapak Ir. H. Irwan Usman, MM dari PII Cabang Luwu Timur dan turut disaksikan oleh Kadis ESDM, Firnandus Ali serta Camat Nuha, Meirani Tenriawaru. Dalam penganugerahan keanggotaan tersebut, menandai Irwan Bahri Syam mendapatkan predikat 'insinyur'. (hr/hms).

Share this article :

VISI DAN MISI

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KOMNAS WASPAN SULSEL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger