Latest Post
20.26.00
118 Kepala Sekolah Tudang Sipulung Wacanakan Gerakan Literasi dan Budaya Baca
Written By kabarsulawesi on Kamis, 03 Maret 2016 | 20.26.00
Suara Waspan.com - Pinrang : Jumat,
4 Maret. Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas DIKPORA mengumpulkan 118
Kepala Sekolah dan 12 UPTD Se Kab.Pinrang di Aula Dinas dalam merangka
mencanangkan Gerakan Literasi dan Budaya Baca di Bumi Lasinrang. Dalam
pertemuan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan membaca lancar,
menyimak (memahami makna bacaan), menulis secara tepat dan Meningkatkan
penforma pembelajan guru di kelas awal dengan penerapan model pembelajaran
PAKEM yang mendukung pengembangan potensi siswa.
Dalam
pertemuan ini juga menjemput Program kerjasama dengan USAID PRIORITAS yang
telah membantu Dinas DIKPORA melalui Buku Bacaan Berjenjang sebanyak 600
eksamplar per Sekolah, sehingga sangat diharapkan pihak sekolah memiliki
komitmen dan Fakta integritas dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi
Siswa” ungkap H.Alimin dalam sambutannya.
Dinas
Dikpora Kabupaten Pinrang sangat mensupport Wacana ini dalam meningkatkan kualitas
Pendidikan di Kabupaten Pinrang melalui Gerakan Literasi dan Budaya Baca.
Hamsah,
Koord teknik Program B3 USAID PRIORITAS Prov.Sulsel ditambahkan Masalah
terbesar yang dihadapi anak anak di Indonesia saat sekarang ini adalah adalah rendahnya perolehan tingkat literasi
dan budaya membaca, faktanya kita lihat anank anak kita di kelas Awal SD/MI
segi membacanya sudah tahu akan tetapi memahami apa yg dibacanya belum
difahami, kalau ini berkepanjangan akan menjadi kesiangan anak anak kita, maka
dari itu, Ysaid Prioritas bekerjasama YLAI melakukan genrakan program di tahun
ini yang dikenal B3. Haedar Ahmad
Label:
Pendidikan
04.05.00
Kunjungan ke SD Zion GKKA.UP SMA Zion GKKA.UP Makassar
SUARA KOMNAS - Makassar : Kunjungan kerja dalam rangka Pengawasan dan Investigasi Tim Komnas Waspan Sulsel ke Sekolah milik Yayasan Zion.
Tim Komnas Waspan melakukan wawancara dengan Andy A. Lumenta, S.Pd Kepala Sekolah SD Zion GKKA.UP dan Ndaru Murti Wiwaho, SH, Kepala Sekolah SMA Zion GKKA.UP Makassar.
Berikut Dokumentasi foto :
Label:
Foto
03.18.00
DPR tolak potong gaji PNS untuk bantu Rio Haryanto
Suara Waspan.com - JAKARTA : Ketua DPR Ade Komarudin mengkritik usulan Menteri Pemuda dan
Olahraga Imam Nahrawi berupa pemotongan gaji para pegawai negeri sipil untuk membantu
pebalap Rio Haryanto.
Menurut dia, hal itu akan memberatkan pegawai.
"Cari sumber lain, sumber anggaran jangan dari situ kalau
memberatkan," kata Ade, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis
(3/3).
Ade berpendapat, Menpora sebenarnya dapat menggandeng investor untuk
membantu Rio.
Selama ini, perusahaan memiliki dana corporate social responsibility (CSR),
yang digunakan untuk membantu masyarakat.
"(Kecuali) kalau memang (karyawan) dengan keikhlasan dan kesadaran, ya
boleh saja, enggak ada yang dilanggar. Akan tetapi, lebih bagus cari sumber
lain," ujar dia.
Sebelumnya, Menpora berwacana menyumbang seluruh gajinya demi meringankan
beban yang harus ditanggung Rio untuk tampil dalam ajang balap F1.
Selain itu, Menpora juga mendorong agar PNS menyumbangkan sebagian gaji
mereka.
Kemenpora juga bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Ikatan Motor Indonesia
Provinsi DKI Jakarta untuk menyiapkan penggalangan dana.
Untuk tampil pada ajang F1, Rio harus membayar € 15 juta (sekitar Rp
225 miliar) kepada tim Manor.
Rio sudah membayar sekitar Rp 75 miliar, yang hanya bersumber dari Pertamina
sebagai sponsor, dan dari dana pribadi.
Dengan demikian, masih terdapat kekurangan dana Rp 150 miliar yang harus
dibayarkan pada Mei mendatang. (Dani Prabowo)
sumber : http://nasional.kontan.co.id/news/dpr-tolak-potong-gaji-pns-untuk-bantu-rio-haryanto
Label:
Pemerintahan
05.06.00
Kunjungan kerja ke SMP dan SMA Rajawali Makassar.
Written By kabarsulawesi on Kamis, 25 Februari 2016 | 05.06.00
SUARA KOMNAS - Makassar : Kunjungan kerja dalam rangka Pengawasan dan Investigasi Tim Komnas Waspan Sulsel ke SMP dan SMA Rajawali Makassar.
Tim Komnas Waspan melakukan wawancara dengan Sr. Lednie Taroreh JMJ, M.Pd Kepala Sekolah SMA Rajawali dan Kepsek SMP Rajawali, Sr. Ignasia Palentung JMJ, M.Pd
Berikut Dokumentasi foto :
Label:
Foto
02.17.00
Perusahan Tambang Emas di Bombana Caplok Tanah Warga dan Hutan Lindung
Written By kabarsulawesi on Sabtu, 22 September 2012 | 02.17.00
Komnaswaspansulsel – Bombana :
Sejak ditemukannya tambang emas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tahun
2008, puluhan investor swasta berduyun – duyun menancapkan investasinya di
daerah ini. Mereka adalah perusahaan – perusahaan swasta nasional yang bergerak
dibidang bertambangan emas.
Hasil
penelusuran Komnaswaspan di daerah ini, tercatat ada sekitar 17 perusahaan tambang emas.
Kehadiran perusahaan – perusahaan tambang emas ini tahun 2009 dan 2010, setahun
setelah gemparnya temuan tambang emas tahun 2008.
Dari puluhan
perusahaan tambang yang memiliki ijin pertambangan dari Kenterian pertambangan
itu, yang beroperasi atau melakukan
eksplorasi boleh dibilang dihitung jari saja. Sebagian besar perusahaan tambang
swasta Nasional ini, hanya mengkapling lahan tanpa ada kegiatan eksplorasi.
Kehadiran
puluhan perusahaan tambang emas di daerah ini, justru meresahkan warga
setempat. Pasalnya, lahan-lahan tambang berpotensi mengandung emas itu
dikapling-kapling. Padahal lahan-lahan yang dklaim perusahaan tersebut
kebanyakan adalahan area kawasan hutan lindung, hutan produksi, dan sebagian
besar adalah tanah garapan warga seperti persawahan dan perkebunan rakyat yang
merupakan tanah ulayat milik rakyat setempat.
Penuturan
sejumlah warga kepada kabarsulawesi.com, mereka terpaksa tergusur dari lahan
mereka sendiri lantaran di kapling oleh pihak perusahaan tambang. Menurut
mereka, pihak perusahaan tambang diancam dan diintimidasi oleh pihak petugas
yang disewa oleh pihak perusahaan, yang setiap saat melakukan penyisiran lokasi
tambang yang diklaim perusahaan.
Warga pemilik
lahan tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka diancam dengan menggunakan
senjata api petugas. Mereka hanya bisa pasrah lahan persawahan dan perkebunan
yang menjadi lahan sumber penghasilan untuk hidup dan membiayai sekolah
anaknya, terpaksa mencari pekerjaan lain, ada yang bekerja sebagai buruh
tambang, malah ada yang terpaksa merantau di daerah lain.
Akan halnya
pihak kehutanan kabupaten Bombana, juga tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran
pencaplokan lokasi=lokasi yang diklaim pihak perusahaan. Padahal areal-areal
tersebut sebagain besar masuk pada kawasan hutan lindung dan hutan produksi.
Bagai buah
simalakama, begitulah yang diungkapkan Kapala Dinas Kehutanan Kabupaten Bombana ditemui
di ruang kerjanya. Dia menyakini lokasi ekplorasi perusahaan tambang emas yang
mengklaim pihak perusahaan adalah sebagian besar masuk kawasan hutan lindung
dan hutan produksi. (admin)
sumber foto ilustrasi : googleling (daengsikki.wordpress.com)
Label:
Pemerintahan
01.57.00
Jalan Berdebu di Kota Bombana
Written By kabarsulawesi on Kamis, 20 September 2012 | 01.57.00
Komnaswaspansulsel – Bombana : Mewujudkan masyarakat sejatera lewat program
unggulan Gerakan Membangun Bombana
(Gembira) yang diterapkan Bupati Bombana H. Tafdil, SE,MM, terkesan
jalan di tempat ? Selama setahun H. Tafdil jadi bupati Bombana hamper dibilang
tidak ada pembangunan yang berarti.
Hasil
pantauan Komnaswaspan di Bombana, tidak ada perkembangan
yang berarti di daerah kaya tambang itu. Buktinya, infrastruktur seperti
jalan-jalan dalam kota saja sama sekali belum disentuh dengan aspal. Apalagi
sekarang musim kemarau, jalan berdebu, menyebabkan warga yang lalu lalang
terpaksa harus menutup mulut atau memakai masker untuk menghalangi debu masuk
ke tubuh.
Hasil
pantauan Komnaswaspan selama seminggu, bila dibandingkan
daerah pemakaran lainnya seperti Konawe Selatan, justru pembangunannya lebih
cepat dibandingkan Kabupaten Bombana yang terlebih dahulu sebagai daerah
pemekaran.
Hanya
ada jalan mulus yang bias di nikmati di Kabupaten Bombana yakni jalan beraspal
mulus berada di luar kota Kabupaten sekira sepanjang 40 km kearah Kecamatan
Poleang. Namun pembangunan jalan itu bukan hasil kocek Pemkab Bombana,
melainkan bantuan dari Australia.
Sayangnya,
Bupati Bombana yang hendak ditemui, sulit di konfirmasi, lantaran sibuk. Ajudan
bupati beberapa kali diberitahu untuk bisa mengatur jadwal pertemuan, hanya
memberikan janji-janji tanpa kenyataan.
Menurut
warga disana, belakangan ini, diduga Bupati Bombana H. Tafdil, SE,MM, sedang
sibuk-sibuknya mengurusi pemenangan Calon Gubernur Sultra.
Kata warga, Tafdil berjuang merebut suara pemilih untuk pasangan calon yang
diusung PAN, pasalnya Tafdil dari PAN. (admin)
Label:
Pemerintahan
16.47.00
Setjen DPRD Boros
Written By kabarsulawesi on Kamis, 13 September 2012 | 16.47.00
Komnaswaspansulsel – Jakarta : Peningkatan jumlah dana anggaran di Setjen DPRD setiap tahunnya menjadi pertanyaan sejumlah LSM. Pasalnya, Setjen DPR menggunakan anggaran yang terlau boros.
Sebut saja untuk penggunaan anggaran tahun 2012 terhadap 300 orang personil Pamdal, Setjen DPR mengabiskan anggaran sebesar Rp Rp12.059.160.000. Jumlah anggaran ini naik dibanding thun sebelumnya (2011) yang ialokasikan sebesar Rp9.250.450.000.
Seperti yang dilansir Fitra, penggunaan anggara tersebut terseap untuk membayar pihak ketiga untuk pengamana dalam komplek perkantoran DPR, rumah jabatan anggota DPR, dan Wisma-Wisma DPR.
Angka pemborosan anggaran ini menurut Fitra adalah terlalu mahal dan tidak rasioal. Anggaran tersebut menurutnya hanya menguntungkan pihak ketiga saja. (admin)
Label:
Politik




